PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA MODAL KABUPATEN BENGKALIS

Isi Artikel Utama

Billy Yanis Saputra
Firdaus Firdaus
Imam Fakhruddin
Riki Rianto
Putri Neli Pratiwi
Nurhayati Nurhayati

Abstrak

Selama lebih dua dekade Kabupaten Bengkalis menjadi daerah otonom, namun belum mampu secara mandiri dari aspek financial untuk menjalankan roda pemerintahannya. Ditandai dengan masih kecilnya kontribusi PAD terhadap APBD serta adanya ketergantungan Pemerintah Daerah yang tinggi terhadap Pemerintah Pusat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pengaruh dana perimbangan dan PAD terhadap belanja modal Kabupaten Bengkalis. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalahLaporan Realisasi Anggaran (LRA) Kabupaten Bengkalis tahun 2012-2021, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus. Data diolah dengan regresi linier berganda. Temuan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa dana perimbangan tidak berpengaruh terhadap belanja modal. Hal ini dikarenakan kurang optimalnya penggunaan anggaran daerah, dimana banyaknya dana silpa setiap tahunnya. Dana silpa ini, menunjukkan kelemahan Pemerintah Daerah dalam penyerapan anggaran untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang perbaikan ekonomi masyarakat sehingga dana yang besar tersebut tidak mampu direalisasikan dalam bentuk belanja modal secara optimal. PAD berpengaruh secara negatif namun tidak signifikan terhadap belanja modal. Disebabkan rendahnya realisasi PAD sehingga menurunkan belanja modal. Dimana PAD merupakan salah satu pos penerimaan daerah yang menentukan besar/kecilnya belanja modal.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel